Puzzle Wajah di Album Omelette
ALBUM ke-3 Omelette, Cuma Kamu, kini sudah bisa kita dapatkan di toko-toko kaset [istilah ini rasanya kok jadul banget ya..? Karena faktanya populasi kaset sekarang sudah sangat kecil, mendekati titik kepunahannya, mirip burung Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) di Taman Nasional Bali Barat, habitat aslinya]. Analoginya begini, jika alat pemutar kaset kita ibaratkan habitat kaset, maka menyempitnya habitat ini otomatis menurunkan jumlah populasi kaset bukan?
Sebenarnya bukan cuma kaset yang makin sulit ditemui, CD (asli) pun makin langka. Penyebabnya, apa lagi kalau akibat makin maraknya pembajakan, baik fisik maupun digital. Jadi bukan (terutama) karena makin sedikitnya jumlah alat pemutar CD. Meski demikian harus diakui saat ini tengah terjadi shift ages, revolusi teknologi dari analog ke digital.
Saya menggunakan kata revolusi karena sejak muncul pertama kali tahun 80-an perubahan itu berlangsung sangat cepat dan semakin cepat saja sekarang. Contoh yang paling dekat dengan kehidupan kita sehari-hari adalah HP atau notebook yang usia aktualnya makin pendek. Baru dibeli 6 bulan lalu, kita sudah merasa HP dan notebook kita sudah ketinggalan zaman.
Mungkin sepuluh tahun lagi kaset atau CD bakal jadi seperti piringan hitam saat ini. Orang membeli gramofon dan piringan hitam bukan karena kualitas suaranya yang bagus, tapi karena nilai sejarahnya yang tinggi, sehingga pantas dikoleksi. Para kolektor ini mendapat kepuasan lebih besar dengan memandangnya ketimbang memutarnya.
Wah ini sih sudah ngelantur kemana-mana.
Kembali ke CD album Cuma Kamu, kami dari pihak manajemen POS Entertainment terus terang saja merasa puas dan optimis dengan album Cuma Kamu. Rasa optimis ini lebih besar dibanding saat meluncurkan album pertama dan kedua dulu. Respon dari radio juga sangat baik.
Di Gen FM misalnya, sejak pertama kali diputar tiga minggu lalu, single pertama yang judulnya sama judul albumnya telah menduduki peringkat 8. Tiga peringkat lagi Cuma Kamu akan masuk ke orbit baru yang rotasinya lebih cepat.
Kami juga mendengar hal positif dari radio-radio di Bandung, Sukabumi, Jogja, Semarang, Surabaya, dan Denpasar. Dan sebagai bagian dari strategi promosi, kami berusaha Omelette bisa sesering mungkin tampil di program musik televisi, seperti Inbox, Dahsyat, Dering, Mantab dll. Tentu saja kami tidak bekerja sendiri, ada dukungan program dan dana dari Universal Music Indonesia selaku mitra POS.
Universal sendiri telah mengelar sesi Omelette sehari bersama media. Dalam program ini Universal mengundang 14 media cetak dan elektronik untuk melakukan sesi wawancara eksklusif dengan Omelette. Tiap media mendapat kesempatan wawancara khusus. “Acara ini sangat melelahkan, karena harus melakukan wawancara dengan banyak media satu persatu dari pagi hingga sore, tapi mudah-mudahan hasilnya bagus,” kata Otto.
Puzzle Wajah
Dalam CD Cuma Kamu, kami meminta bantuan Gerry Gastonny untuk mendesain cover CD. Kami tidak ragu dengan kualitas gambar Gerry, sebagai penggambar komik internasional goresan Gerry pasti bagus. Tetap saja kami dibuat terkejut, karena bukan hanya bagus, cover CD Omelette sungguh luar biasa.
Gerry dengan tepat menangkap semangat dan jiwa muda Omelette yang dinamis. Pelukis komik Amenrika, Caliber dan Super God ini membuat goresan kasar dengan pilihan warna-warna ceria khas anak muda. Merah cerah, hijau, dan kuning menyala, serta biru muda menunjukkan semangat dan gairah ekplorasi, keinginan untuk mencari tahu segala sesuatu.
Warna yang beraneka ini juga mencerminkan isi album yang terdiri dari berbagai warna musik. Semuanya musik Omelette, tapi citarasa yang beragam. Jika pada lagu Cuma Kamu kita merasakan dominasi suara piano akustik dan string orkestra yang megah, pada lagu Julia [rencanannya akan menjadi single kedua] serta Jomblo Sementara ada citarasa melayu yang kental. Sementara aroma rock klasik muncul dalam lagu Omong Doang.
Bukan cuma mendesain gambar cover album, Gerry bahkan mengusulkan membuat lembar puzzle wajah Omelette. Dalam puzzle ini ada gambar kepingan wajah Fetty, Nissa, Otto, dan Rian hanya tampil sebagian. Wajah utuh mesing-masing baru akan lengkap jika kita membuat lipatan dengan tepat. (lifat foto)
Tentu saja kami menerima gagasan ini dengan gembira dan langsung melaksanakannya. Belakangan kami tahu kalau akibat dari potongan yang rumit ini jadwal produksi CD jadi molor. “Karena harus membuat potongan dan lipatan yang lumayan rumit ini, proses memasangan cover ke dalam tray jadi lama,” kata Derry, A&R Manajer Universal.
Tapi syukurlah semua bisa diselesaikan dengan baik. Sejujurnya kami tidak punya waktu yang cukup banyak untuk promosi. Ada dua peristiwa penting yang sedapat mungkin kami hindari, pertama Piala Dunia FIFA yang berlangsung 11 Juni hingga 11 Juli, dan Ramadhan yang dimulai tanggal 11 Agustus. Unik juga ya.. semuanya jatuh pada tanggal 11.
Praktis kami punya waktu efektif untuk promo hanya satu bulan. Jadi wajar jika begitu start kami langsung tancap gas, tanpa pemanasan mesin terlbih dahulu. Semua peluang tampil di TV juga kami sikat, begitu juga wawancara dan pemotretan dengan media, dan –tentu saja- tampil live di panggung.
“Alhamdulillah jadwal manggung kami cukup banyak,” kata Fetty.
Untuk mengejar waktu sebelum awal puasa, POS dan Universal merancang tur promo ke 11 kota di Jawa. “Tur dengan menggunakan bus itu akan start di Surabaya tanggal 21 Juli dan baru akan berakhir di Jakarta 31 Juli,” kata Nissa.
Cerita tentang tur keliling Jawa ini akan kami ceritakan kelak. (son/POSe)
by : admin
News Archive